silahkan di coba buat yg membutuh kan,,
http://www.mediafire.com/download/c21oi8bjd1zer7q/shadow_defender.rar
Jumat, 21 Juni 2013
Rabu, 19 Juni 2013
repair nuked blackberry
nuked program untuk mengatasi red blink/efs corupt pada black berry
http://www.4shared.com/rar/hsB9jors/nuke_program.html
http://www.4shared.com/rar/hsB9jors/nuke_program.html
Selasa, 18 Juni 2013
Tragedi Pembantaian Massal 'Kali Angke'
sebagai kota yang sudah berumur lebih dari 400 tahun, tentu menorehkan sejarah termasuk kisah indah dan pahit tentang kehidupan manusia yang ada di dalam kota Jakarta yang pada pemerintahan kolonial Belanda bernama Batavia.
Dibalik perjalanan panjang kota Jakarta, tercatat kisah perjuangan dan tragedi berdarah sehingga menciptakan kisah tersendiri bagi kota Jakarta.
Diantaranya, ada kisah mengenaskan yaitu pembantaian massal yang dilakukan penguasa VOC pada tahun 1740 atas orang etnis Tionghoa. Tragedi kemanusiaan itu menewaskan hampir 10.000 orang etnis Tionghoa dibantai secara sadis di kawasan Kali Angke.
Kisah kelam ini berawal dari memanasnya hubungan antara pemerintah VOC Belanda dengan kaum imigran Tionghoa yang ada di Batavia saat itu. Merosotnya perdagangan VOC akibat kalah bersaing dengan Maskapai Perdagangan Inggris, The Britisch East India Company yang berpusat di Callcuta, India dalam perebutan hegemoni perdagangan bangsa-bangsa Eropa (1602-1799) berbuntut pada tekanan terhadap seluruh wilayah jajahan VOC termasuk Hindia Belanda.
Untuk mengatasinya, Heeren XVII(Kamar dagang VOC) menekan Gubernur Jendral Hindia Belanda di Batavia agar dapat memaksimalkan jumlah pendapatan dan aliran dana segar ke kas VOC. Ditambah lagi besarnya pengeluaran angkatan perang VOC akibat pemberontakan yang terjadi di berbagai wilayah kekuasaan kolonial di Nusantara serta terus meningkatnya jumlah imigran Tionghoa yang berhasil dalam bidang perdagangan di Batavia. Lalu pemerintahan VOC menganggap, jika dibiarkan akan menjadi ancaman serius bagi kelangsungan dagang VOC di negeri ini.
Untuk memecahkan masalah tersebut,Dewan Hindia Belanda dan Gubernur Jendralnya (saat itu dijabat oleh Valckeneir ) sepakat melakukan jalan pintas dengan menggalakkan program tanam paksa bagi warga bumiputera. Sementara bagi para etnis keturunan dan para imigran Tionghoa yang saat itu tergolong lebih berhasil dikenakan berbagai aturan dengan tujuan pemerasan.
Pemerintahan VOC memberlakukan program “Surat Ijin Tinggal†dengan masa waktu terbatas bagi seluruh etnis Tionghoa yang tinggal di dalam tembok maupun diluar tembok Batavia.Selain keras, aturan ini juga menjatuhkan sanksi hukuman penjara dan denda, hingga pengusiran etnis Tionghoa dari seluruh wilayah Hindia Belanda, jika tidak memiliki surat ijin tinggal.
Pada awal penerapannya, pemerintah VOC beralasan bahwa program itu untuk membersihkan wilayah Batavia dan sekitarnya dari para pendatang ilegal yang selalu mengganggu ketertiban. Memang, saat itu kondisi kota Batavia menjadi tidak teratur, diserbu para imigran terutama Tionghoa. Tempat perjudian dan hiburan tumbuh bak jamur di musim hujan.
Pada 1719 tercatat sebanyak 7.550 jiwa imigran Tionghoa menetap di Batavia dan pada 1739 meningkat hingga sekitar 10.574 jiwa. Mereka tinggal di dalam dan luar tembok Batavia. Kemudian 25 juli 1740 pemerintah VOC Belanda mempertegas pelaksanaan program surat ijin tinggal itu dengan mengelaurkan resolusi yang isinya "penguasa VOC memiliki hak untuk menangkap dan memenjarakan seluruh warga Tionghoa yang tidak memiliki izin tinggal diwilayah Batavia".
Resolusi pemerintahan VOC membuat warga etnis Tionghoa terpukul karena dijadikan korban, sementara menciptakan peluang korupsi bagi oknum pemerintah. Sedangkan kalangan dewan menilai sangat baik, karena selain meningkatkan pendapatan dari sisi pajak, juga dijadikan alat kontrol terhadap semua aktivitas bisnis warga Tionghoa.
Aturan tersebut membuat warga Tionghoa mengalami kebangkrutan, bahkan banyak diantara pedagang Tionghoa beralih profesi menjadi buruh kasar akibat tidak kuat membayar pajak yang diberlakukan pemerintahan VOC Belanda. Kemudian muncul ketidak puasan yang dilanjutkan dengan perlawan terhadap pemerintahan VOC. Sehingga sejak September 1740 mulai terjadi kerusuhan-kerusuhan kecil di luar komplek tembok Batavia.
Aksi perlawanan akhirnya memuncak pada 7 Oktober 1740. Saat itu, lebih dari 500 orang Tionghoa dari berbagai penjuru berkumpul guna melakukan penyerangan ke Kompleks Benteng Batavia. Setelah sebelumnya menghancurkan pos-pos penjagaan VOC di wilayah Jatinegara, Tangerang dan Tanah Abang secara bersamaan. Lalu, 8 Oktober 1740, kerusuhan terjadi disemua pintu masuk Benteng Batavia. Ratusan etnis Tionghoa yang berusaha masuk dihadang pasukan VOC dibawah pimpinan Van Imhoff.
9 Oktober 1740, dibantu dengan altileri berat pasukan VOC berhasil menguasai keadaan dan menyelamatkan Kompleks Batavia dari kerusuhan. Pasukan kaveleri VOC mulai mengejar para pelaku kerusuhan. Seluruh rumah dan pusat perdagangan warga Tionghoa yang berada di sekitar Batavia digeledah dan dibakar. Termasuk rumah Kapiten Tionghoa Nie Hoe Kong yang dianggap sebagai otak kerusuhan. Ribuan warga Tionghoa yang selamat dari kerusuhan diburu dan dibunuh tanpa perduli apakah terlibat atau tidak dalam peristiwa pemberontakan tersebut.
Banyak diantara mereka dibiarkan lari kearah kali sebelum akhirnya dibantai oleh para prajurit yang telah menunggu kedatangan mereka. Sempat terjadi silang pendapat prihal lokasi tempat pembantaian yang dilakukan tentara VOC Belanda. Beberapa sumber menyatakan bahwa kali yang menjadi lokasi pembantaian adalah Kali Angke, hingga peristiwa pembantaian ini diabadikan dengan nama “Tragedi Angkeâ€. Namun ada pula yang berpendapat bahwa pembantaian sebenarnya tidak terjadi di Kali Angke melainkan di Kali Besar, karena letaknya lebih dekat ke Tembok Batavia.
Kali Angke hanyalah merupakan titik akhir lokasi penemuan ribuan mayat korban pembantaian yang hanyut di air.
Aksi pengejaran terhadap warga etnis Tionghoa terus berlanjut. Malam hari 9 Oktober 1740, prajurit VOC kembali melakukan penyisiran guna mencari sisa-sisa etnis Tionghoa yang bersembunyi dirumah atau bangunan lain diseputar Batavia. Pembantaian kali ini lebih sadis karena melibatkan budak dan warga bumiputera yang sengaja dibakar amarahnya. Bahkan menurut cerita Gubernur Jendral Valckeneir sempat menjanjikan hadiah sebesar 2 dukat per kepala etnis Tionghoa yang berhasil dipancung.
10 Oktober 1740, setelah peristiwa pemberontakan mereda, Gubernur Jendral Valckeneir kembali memerintahkan prajuritnya guna mengumpulkan seluruh warga Tionghoa yang tersisa termasuk yang terbaring di rumah sakit maupun di penjara. Mereka dikumpulkan didepan Stadhuis Gedung Balaikota (sekarang Muesum Fatahillah) untuk menjalani eksekusi hukum gantung.
Pasca tragedi kemanusiaan itu, tercatat warga etnis Tionghoa yang selamat sebanyak 3.441 jiwa. Terdiri dari 1.442 pedagang, 935 orang petani, 728 orang pekerja perkebunan, dan 336 orang pekerja kasar. Peristiwa pembantaian etnis ini merupakan kisah terburuk sepanjang sejarah perjalanan kota Jakarta.
Dibalik perjalanan panjang kota Jakarta, tercatat kisah perjuangan dan tragedi berdarah sehingga menciptakan kisah tersendiri bagi kota Jakarta.
Diantaranya, ada kisah mengenaskan yaitu pembantaian massal yang dilakukan penguasa VOC pada tahun 1740 atas orang etnis Tionghoa. Tragedi kemanusiaan itu menewaskan hampir 10.000 orang etnis Tionghoa dibantai secara sadis di kawasan Kali Angke.
Kisah kelam ini berawal dari memanasnya hubungan antara pemerintah VOC Belanda dengan kaum imigran Tionghoa yang ada di Batavia saat itu. Merosotnya perdagangan VOC akibat kalah bersaing dengan Maskapai Perdagangan Inggris, The Britisch East India Company yang berpusat di Callcuta, India dalam perebutan hegemoni perdagangan bangsa-bangsa Eropa (1602-1799) berbuntut pada tekanan terhadap seluruh wilayah jajahan VOC termasuk Hindia Belanda.
Untuk mengatasinya, Heeren XVII(Kamar dagang VOC) menekan Gubernur Jendral Hindia Belanda di Batavia agar dapat memaksimalkan jumlah pendapatan dan aliran dana segar ke kas VOC. Ditambah lagi besarnya pengeluaran angkatan perang VOC akibat pemberontakan yang terjadi di berbagai wilayah kekuasaan kolonial di Nusantara serta terus meningkatnya jumlah imigran Tionghoa yang berhasil dalam bidang perdagangan di Batavia. Lalu pemerintahan VOC menganggap, jika dibiarkan akan menjadi ancaman serius bagi kelangsungan dagang VOC di negeri ini.
Untuk memecahkan masalah tersebut,Dewan Hindia Belanda dan Gubernur Jendralnya (saat itu dijabat oleh Valckeneir ) sepakat melakukan jalan pintas dengan menggalakkan program tanam paksa bagi warga bumiputera. Sementara bagi para etnis keturunan dan para imigran Tionghoa yang saat itu tergolong lebih berhasil dikenakan berbagai aturan dengan tujuan pemerasan.
Pemerintahan VOC memberlakukan program “Surat Ijin Tinggal†dengan masa waktu terbatas bagi seluruh etnis Tionghoa yang tinggal di dalam tembok maupun diluar tembok Batavia.Selain keras, aturan ini juga menjatuhkan sanksi hukuman penjara dan denda, hingga pengusiran etnis Tionghoa dari seluruh wilayah Hindia Belanda, jika tidak memiliki surat ijin tinggal.
Pada awal penerapannya, pemerintah VOC beralasan bahwa program itu untuk membersihkan wilayah Batavia dan sekitarnya dari para pendatang ilegal yang selalu mengganggu ketertiban. Memang, saat itu kondisi kota Batavia menjadi tidak teratur, diserbu para imigran terutama Tionghoa. Tempat perjudian dan hiburan tumbuh bak jamur di musim hujan.
Pada 1719 tercatat sebanyak 7.550 jiwa imigran Tionghoa menetap di Batavia dan pada 1739 meningkat hingga sekitar 10.574 jiwa. Mereka tinggal di dalam dan luar tembok Batavia. Kemudian 25 juli 1740 pemerintah VOC Belanda mempertegas pelaksanaan program surat ijin tinggal itu dengan mengelaurkan resolusi yang isinya "penguasa VOC memiliki hak untuk menangkap dan memenjarakan seluruh warga Tionghoa yang tidak memiliki izin tinggal diwilayah Batavia".
Resolusi pemerintahan VOC membuat warga etnis Tionghoa terpukul karena dijadikan korban, sementara menciptakan peluang korupsi bagi oknum pemerintah. Sedangkan kalangan dewan menilai sangat baik, karena selain meningkatkan pendapatan dari sisi pajak, juga dijadikan alat kontrol terhadap semua aktivitas bisnis warga Tionghoa.
Aturan tersebut membuat warga Tionghoa mengalami kebangkrutan, bahkan banyak diantara pedagang Tionghoa beralih profesi menjadi buruh kasar akibat tidak kuat membayar pajak yang diberlakukan pemerintahan VOC Belanda. Kemudian muncul ketidak puasan yang dilanjutkan dengan perlawan terhadap pemerintahan VOC. Sehingga sejak September 1740 mulai terjadi kerusuhan-kerusuhan kecil di luar komplek tembok Batavia.
Aksi perlawanan akhirnya memuncak pada 7 Oktober 1740. Saat itu, lebih dari 500 orang Tionghoa dari berbagai penjuru berkumpul guna melakukan penyerangan ke Kompleks Benteng Batavia. Setelah sebelumnya menghancurkan pos-pos penjagaan VOC di wilayah Jatinegara, Tangerang dan Tanah Abang secara bersamaan. Lalu, 8 Oktober 1740, kerusuhan terjadi disemua pintu masuk Benteng Batavia. Ratusan etnis Tionghoa yang berusaha masuk dihadang pasukan VOC dibawah pimpinan Van Imhoff.
9 Oktober 1740, dibantu dengan altileri berat pasukan VOC berhasil menguasai keadaan dan menyelamatkan Kompleks Batavia dari kerusuhan. Pasukan kaveleri VOC mulai mengejar para pelaku kerusuhan. Seluruh rumah dan pusat perdagangan warga Tionghoa yang berada di sekitar Batavia digeledah dan dibakar. Termasuk rumah Kapiten Tionghoa Nie Hoe Kong yang dianggap sebagai otak kerusuhan. Ribuan warga Tionghoa yang selamat dari kerusuhan diburu dan dibunuh tanpa perduli apakah terlibat atau tidak dalam peristiwa pemberontakan tersebut.
Banyak diantara mereka dibiarkan lari kearah kali sebelum akhirnya dibantai oleh para prajurit yang telah menunggu kedatangan mereka. Sempat terjadi silang pendapat prihal lokasi tempat pembantaian yang dilakukan tentara VOC Belanda. Beberapa sumber menyatakan bahwa kali yang menjadi lokasi pembantaian adalah Kali Angke, hingga peristiwa pembantaian ini diabadikan dengan nama “Tragedi Angkeâ€. Namun ada pula yang berpendapat bahwa pembantaian sebenarnya tidak terjadi di Kali Angke melainkan di Kali Besar, karena letaknya lebih dekat ke Tembok Batavia.
Kali Angke hanyalah merupakan titik akhir lokasi penemuan ribuan mayat korban pembantaian yang hanyut di air.
Aksi pengejaran terhadap warga etnis Tionghoa terus berlanjut. Malam hari 9 Oktober 1740, prajurit VOC kembali melakukan penyisiran guna mencari sisa-sisa etnis Tionghoa yang bersembunyi dirumah atau bangunan lain diseputar Batavia. Pembantaian kali ini lebih sadis karena melibatkan budak dan warga bumiputera yang sengaja dibakar amarahnya. Bahkan menurut cerita Gubernur Jendral Valckeneir sempat menjanjikan hadiah sebesar 2 dukat per kepala etnis Tionghoa yang berhasil dipancung.
10 Oktober 1740, setelah peristiwa pemberontakan mereda, Gubernur Jendral Valckeneir kembali memerintahkan prajuritnya guna mengumpulkan seluruh warga Tionghoa yang tersisa termasuk yang terbaring di rumah sakit maupun di penjara. Mereka dikumpulkan didepan Stadhuis Gedung Balaikota (sekarang Muesum Fatahillah) untuk menjalani eksekusi hukum gantung.
Pasca tragedi kemanusiaan itu, tercatat warga etnis Tionghoa yang selamat sebanyak 3.441 jiwa. Terdiri dari 1.442 pedagang, 935 orang petani, 728 orang pekerja perkebunan, dan 336 orang pekerja kasar. Peristiwa pembantaian etnis ini merupakan kisah terburuk sepanjang sejarah perjalanan kota Jakarta.
Lima Alasan Wanita Berselingkuh
Selama ini telah menjadi sebuah stereotip budaya bagaimana pria lebih sering melakukan perselingkuhan dalam sebuah hubungan asmara. Namun, beberapa studi telah menunjukkan bahwa ternyata banyak pula wanita yang berselingkuh dan jumlahnya hampir mendekati jumlah pria. Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa wanita yang selama ini dianggap dapat lebih setia ternyata juga melakukan dosa perselingkuhan? Berikut alasannya seperti dilansir Times Of India :
1. Merasa tidak dipedulikan
Sikap pria yang cuek seringkali membuat para wanita merasa tidak dihargai, diacuhkan dan tidak dipedulikan. Hal-hal tersebut kemudian akan membuat wanita merasa dirinya hanya dianggap sebagai pelayan di rumah, penyedia kebutuhan finansial atau pengasuh anak yang akan membawa wanita mencari perhatian dan kasih sayang pada pria lain.
2. Menginginkan keintiman
Keintiman dalam suatu hubungan bukan hanya seputar hubungan fisik dan seksual saja. Bagi wanita, keintiman emosi yang terhubung antara kedua belah pihak dengan beberapa tindakan romantis adalah suatu kebutuhan. Terkadang pria tidak menyadari pentingnya melakukan hal-hal yang romantis seperti berpelukan, berciuman mesra, berbincang-bincang dari hati ke hati dan sebagainya. Wanita yang merasa tidak mendapatkan hal tersebut dari kekasih mereka bisa saja mencarinya dari pria lain.
3. Merasa bosan
Rasa bosan dan kesepian yang dirasakan dalam jangka waktu yang lama akibat pasangan yang terlalu sibuk bekerja atau sedang menjalani hubungan jarak jauh bisa saja membuat sang wanita merasa hidupnya kurang berarti. Hal ini dapat membuat wanita mudah tergoda rayuan pria lain untuk mengisi kekosongan hidupnya.
4. Merasa kurang dicintai
Wanita cenderung melakukan perselingkuhan ketika mereka sampai pada titik dimana mereka merasa tidak dicintai dan dihargai sepenuhnya oleh pasangan mereka. Beberapa wanita terkadang memiliki harapan yang tidak realistis mengenai sikap pasangan mereka. Jika mereka merasa harapannya telah dikecewakan, maka mereka bisa saja mencari perhatian pada pria lain.
5. Mengalami gangguan
Bukannya tidak mungkin, tapi beberapa wanita bisa saja mengalami gangguan keintiman yang biasanya disebabkan oleh trauma masa kecil atau pelecehan seksual yang pernah dialami. Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi kebutuhan seksual mereka seperti kecanduan seks atau sulit untuk setia dalam berkomtimen. Dua hal ini lah yang mampu membuat mereka melakukan perselingkuhan.
sumber : Viva News
1. Merasa tidak dipedulikan
Sikap pria yang cuek seringkali membuat para wanita merasa tidak dihargai, diacuhkan dan tidak dipedulikan. Hal-hal tersebut kemudian akan membuat wanita merasa dirinya hanya dianggap sebagai pelayan di rumah, penyedia kebutuhan finansial atau pengasuh anak yang akan membawa wanita mencari perhatian dan kasih sayang pada pria lain.
2. Menginginkan keintiman
Keintiman dalam suatu hubungan bukan hanya seputar hubungan fisik dan seksual saja. Bagi wanita, keintiman emosi yang terhubung antara kedua belah pihak dengan beberapa tindakan romantis adalah suatu kebutuhan. Terkadang pria tidak menyadari pentingnya melakukan hal-hal yang romantis seperti berpelukan, berciuman mesra, berbincang-bincang dari hati ke hati dan sebagainya. Wanita yang merasa tidak mendapatkan hal tersebut dari kekasih mereka bisa saja mencarinya dari pria lain.
3. Merasa bosan
Rasa bosan dan kesepian yang dirasakan dalam jangka waktu yang lama akibat pasangan yang terlalu sibuk bekerja atau sedang menjalani hubungan jarak jauh bisa saja membuat sang wanita merasa hidupnya kurang berarti. Hal ini dapat membuat wanita mudah tergoda rayuan pria lain untuk mengisi kekosongan hidupnya.
4. Merasa kurang dicintai
Wanita cenderung melakukan perselingkuhan ketika mereka sampai pada titik dimana mereka merasa tidak dicintai dan dihargai sepenuhnya oleh pasangan mereka. Beberapa wanita terkadang memiliki harapan yang tidak realistis mengenai sikap pasangan mereka. Jika mereka merasa harapannya telah dikecewakan, maka mereka bisa saja mencari perhatian pada pria lain.
5. Mengalami gangguan
Bukannya tidak mungkin, tapi beberapa wanita bisa saja mengalami gangguan keintiman yang biasanya disebabkan oleh trauma masa kecil atau pelecehan seksual yang pernah dialami. Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi kebutuhan seksual mereka seperti kecanduan seks atau sulit untuk setia dalam berkomtimen. Dua hal ini lah yang mampu membuat mereka melakukan perselingkuhan.
sumber : Viva News
5 Pemicu Pertengkaran Ini Bisa Bikin Makin Mesra
Setiap pernikahan pasti mengalami pasang surut. Pertengkaran muncul dan bisa memicu perasaan kecewa bahkan ragu. Namun, sebenarnya tidak semua perselisihan berdampak buruk terhadap hubungan Anda dan suami.
Karena beberapa perselisihan yang sering dianggap buruk, justru malah menyelamatkan hubungan. Seperti dirangkum dari situs Womans Day, berikut lima masalah yang sebenarnya baik untuk hubungan.
1. Berfantasi tentang orang lain.
"Fantasi adalah afrodisiak kuno," kata Iris Krasnow, penulis The Secret Lives of Wives: Women Share What It Really Takes to Stay Married. Menurutnya sebuah imajinasi memungkinkan Anda untuk membuka diri terhadap pasangan baik secara fisik maupun emosional.
Jadi, tidak ada salahnya jika sesekali membayangkan tetangga atau pria lain yang seksi. Karena dapat meningkatkan kualitas hubungan pernikahan. Asalkan, hal itu tetap tinggal di pikiran Anda. Yang berbahaya adalah ketika fantasi tersebut berubah menjadi obsesi yang membayangi di dunia nyata.
2. Suami sering pergi dengan teman-temannya
"Pasangan yang bahagia memiliki kehidupan masing-masing yang aktif dan dinamis," ujar Andrea Syrtash, pakar hubungan dan penulis 'Cheat on Your Husband (with Your Husband)'.
Karena beberapa perselisihan yang sering dianggap buruk, justru malah menyelamatkan hubungan. Seperti dirangkum dari situs Womans Day, berikut lima masalah yang sebenarnya baik untuk hubungan.
1. Berfantasi tentang orang lain.
"Fantasi adalah afrodisiak kuno," kata Iris Krasnow, penulis The Secret Lives of Wives: Women Share What It Really Takes to Stay Married. Menurutnya sebuah imajinasi memungkinkan Anda untuk membuka diri terhadap pasangan baik secara fisik maupun emosional.
Jadi, tidak ada salahnya jika sesekali membayangkan tetangga atau pria lain yang seksi. Karena dapat meningkatkan kualitas hubungan pernikahan. Asalkan, hal itu tetap tinggal di pikiran Anda. Yang berbahaya adalah ketika fantasi tersebut berubah menjadi obsesi yang membayangi di dunia nyata.
2. Suami sering pergi dengan teman-temannya
"Pasangan yang bahagia memiliki kehidupan masing-masing yang aktif dan dinamis," ujar Andrea Syrtash, pakar hubungan dan penulis 'Cheat on Your Husband (with Your Husband)'.
Melakukan hobi dan kegiatan favorit di luar pernikahan, membuat Anda dan pasangan merasa lebih bersemangat. Ini membantu mencegah kebosanan atas rutinitas harian.
Karena itu, jika suami ingin menghabiskan waktu dengan teman-temannya hingga malam, gunakan waktu itu juga untuk Anda bersenang-senang dengan sahabat. Kehidupan sosial dan pernikahan pun tetap imbang.
3. Banyak berdebat
Perselisihan tidak selalu merupakan tanda hubungan yang rusak. Menurut Syrtash hal tersebut justru membuat Anda dan pasangan saling percaya satu sama lain untuk mengungkapkan perasaan masing-masing. Kuncinya adalah berdebat tanpa menyerang karakter.
Jika Anda dan pasangan berhasil menyelasaikan masalah tanpa ada kesalahpahaman, maka perselisihan tersebut dapat memperkuat hubungan. Tetapi jika Anda terus mempermasalahkan sesuatu yang sama berulang-ulang. Anda harus memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut berdua.
4. Suami menghabiskan banyak uang untuk hobinya
Tidak ada salahnya membiarkan suami menghabiskan uangnya untuk melakukan sesuatu yang ia sukai. Selama ia masih dapat memenuhi segala kebutuhan rumah tangga dan biaya untuk anak-anak.
"Pasangan perlu merasa tumbuh seperti seorang individu," ujar Krasnow.
Ketika dua orang bisa bersenang-senang secara terpisah, mereka memiliki kesempatan yang lebih baik saat pergi bersama-sama.
5. Selalu bekerja
Suami yang gila kerja memang sangat menjengkelkan. Tetapi jangan langsung merasa sebal. Anda harus bisa melihat sisi baik dari hobinya tersebut. Hobi bekerja tidak hanya menyelamatkan kondisi finansial keluarga, tapi juga dapat membuat suami Anda lebih dekat dengan keluarga saat akhir pekan.
Ia akan sangat rindu untuk menghabiskan waktu bermain bersama anak-anak dan Anda. Serta membuatnya menjadi suami dan ayah yang baik si luar jam kerja. Menurut Syrtash, jika Anda merasa kesal dengan suami yang tergila-gila bekerja, ingatlah pertama kali mengenalnya. Mungkin saja semangat dalam bekerjanya yang dulu membuat Anda sangat tertarik padanya.
3. Banyak berdebat
Perselisihan tidak selalu merupakan tanda hubungan yang rusak. Menurut Syrtash hal tersebut justru membuat Anda dan pasangan saling percaya satu sama lain untuk mengungkapkan perasaan masing-masing. Kuncinya adalah berdebat tanpa menyerang karakter.
Jika Anda dan pasangan berhasil menyelasaikan masalah tanpa ada kesalahpahaman, maka perselisihan tersebut dapat memperkuat hubungan. Tetapi jika Anda terus mempermasalahkan sesuatu yang sama berulang-ulang. Anda harus memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut berdua.
4. Suami menghabiskan banyak uang untuk hobinya
Tidak ada salahnya membiarkan suami menghabiskan uangnya untuk melakukan sesuatu yang ia sukai. Selama ia masih dapat memenuhi segala kebutuhan rumah tangga dan biaya untuk anak-anak.
"Pasangan perlu merasa tumbuh seperti seorang individu," ujar Krasnow.
Ketika dua orang bisa bersenang-senang secara terpisah, mereka memiliki kesempatan yang lebih baik saat pergi bersama-sama.
5. Selalu bekerja
Suami yang gila kerja memang sangat menjengkelkan. Tetapi jangan langsung merasa sebal. Anda harus bisa melihat sisi baik dari hobinya tersebut. Hobi bekerja tidak hanya menyelamatkan kondisi finansial keluarga, tapi juga dapat membuat suami Anda lebih dekat dengan keluarga saat akhir pekan.
Ia akan sangat rindu untuk menghabiskan waktu bermain bersama anak-anak dan Anda. Serta membuatnya menjadi suami dan ayah yang baik si luar jam kerja. Menurut Syrtash, jika Anda merasa kesal dengan suami yang tergila-gila bekerja, ingatlah pertama kali mengenalnya. Mungkin saja semangat dalam bekerjanya yang dulu membuat Anda sangat tertarik padanya.
sumber : viva news
driver modem pantech dan modem smart jump yang sudah langka dan sulit di cari jika cd drive nya hilang
http://www.mediafire.com/folder/5jlk9m9rjtglku9,7dhpiww67q7cmh1/shared
silahkan di coba
http://www.mediafire.com/folder/5jlk9m9rjtglku9,7dhpiww67q7cmh1/shared
silahkan di coba
driver modem pantech dan modem smart jump yang sudah langka dan sulit di cari jika cd drive nya hilang
http://www.mediafire.com/folder/5jlk9m9rjtglku9,7dhpiww67q7cmh1/shared
silahkan di coba
http://www.mediafire.com/folder/5jlk9m9rjtglku9,7dhpiww67q7cmh1/shared
silahkan di coba
driver modem pantech dan modem smart jump yang sudah langka dan sulit di cari jika cd drive nya hilang
http://www.mediafire.com/folder/5jlk9m9rjtglku9,7dhpiww67q7cmh1/shared
silahkan di coba
http://www.mediafire.com/folder/5jlk9m9rjtglku9,7dhpiww67q7cmh1/shared
silahkan di coba
yang butuh firmware nexian NX-271
monggo silahkan disedot
http://www.4shared.com/rar/250UkObZ/nx-271d.html
monggo silahkan disedot
http://www.4shared.com/rar/250UkObZ/nx-271d.html
File reset LCD buat black berry,,,
sebagian ada yang berhasil,,,
jika ada permintaan silahkan request aja gan
http://www.mediafire.com/folder/15n0vwcio9lbaqr,l9xz2zlln6gzaqc,cf4n22plttw4cr4,d6293m9pfbwn9hz,ky83g8vqr6c7dik,ez8tw8nt89ovuq3/shared
sebagian ada yang berhasil,,,
jika ada permintaan silahkan request aja gan
http://www.mediafire.com/folder/15n0vwcio9lbaqr,l9xz2zlln6gzaqc,cf4n22plttw4cr4,d6293m9pfbwn9hz,ky83g8vqr6c7dik,ez8tw8nt89ovuq3/shared
Senin, 17 Juni 2013
buat bunda yang jauh disana
Keelokan senja ada pada titik airmata
Gulirkan sesal pada tatap matahari
Kurasakan laju airmatamu
Bagai laju pendar cahaya motor
Melajukan kegundahan
Dia kesakitan,
meraungkan amarah kekesalan
Dia ingin pulang
meletakkan duka kelelahan
Keelokan senja pada genangan bening airmata
Dia meraupnya setelah menyimpan doanya
Dia habiskan airmata
menyibak tirai kesedihannya
Kurasakan cahya termangu di wajahnya
Dia telah menemukan bulan.
Gulirkan sesal pada tatap matahari
Kurasakan laju airmatamu
Bagai laju pendar cahaya motor
Melajukan kegundahan
Dia kesakitan,
meraungkan amarah kekesalan
Dia ingin pulang
meletakkan duka kelelahan
Keelokan senja pada genangan bening airmata
Dia meraupnya setelah menyimpan doanya
Dia habiskan airmata
menyibak tirai kesedihannya
Kurasakan cahya termangu di wajahnya
Dia telah menemukan bulan.
Langganan:
Komentar (Atom)